Sabtu, 05 Mei 2012

Sekilas Psikotes atau Tes Psikologi

Definisi Tes Psikologi atau lebih dikenal sebagai Psikotes adalah tes untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes dapat berbentuk tertulis, visual, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi kognitif dan emosional. Tes dapat diaplikasikan kepada anak-anak maupun dewasa. Tes ini dapat berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional seseorang.

Tujuan Tes Psikotes digunakan untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan secara mental dan apa-apa yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, intelegensi, atau bahkan fungsi neurologis, dan juga tes psikotes digunakan untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan orang secara mental dan faktor-faktor yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, dan intelegensi. Jadi sederhananya, psikotes adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui gambaran seseorang mulai dari kemampuan kognitifnya, kondisi emosinya, kecenderungan-kecenderungan sikap dan hal-hal yang mempengaruhi kecenderungan tersebut.

Jadi dalam psikotes, kemampuan yang diukur tidak melulu terkait dengan IQ seseorang. Selain tes IQ ada juga tes kepribadian, dan wawancara. Dari integrasi tes-tes tersebut, maka akan diperoleh gambaran mengenai orang yang di tes yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Aplikasi Tes Psikologi dapat dilakukan pada bermacam setting termasuk rekrutmen dalam perusahaan, mengetahui minat dan bakat anak / siswa, tujuan klinis, perkembangan anak, atau kustomisasi design dan modul dalam pelatihan / training.

Psikotes merupakan bagian dari rangkaian seleksi sebuah lowongan kerja, yang kerap memiliki arti penting. Psikotes, percaya atau tidak, merupakan perangkat untuk menangkap kecenderungan para pelamar, yang meliputi kemampuan intelektual atau kepribadian, biasanya sering disebut dengan soal psikotes. Dua hal ini tentunya akan disesuaikan dengan karakteristik pekerjaan yang tersedia.

Sebenarnya, proses psikotes itu sendiri cukup spesifik: dimulai dari perusahaan yang membuka lowongan kerja untuk beberapa posisi. Lalu perusahaan tersebut menetapkan sejumlah kualifikasi yang harus dipenuhi para pelamar kerja. Untuk alasan efisiensi, biasanya perusahaan tersebut meminta bantuan pada lembaga psikologi terapan untuk mengadakan psikotes yng dibutuhkan. Langkah selanjutnya, dengan gambaran kualifikasi yang ditetapkan perusahaan, lembaga tersebut berusaha menangkap kemampuan dan kecenderungan untuk memenuhi kualifikasi tersebut.

Psikotes

Psikotes atau tes psikologi adalah sebuah tes yang bertujuan mengukur fungsi kognitif dan emosi seseorang. Psikotes dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan baik medis (untuk keperluan terapi, dll) maupun non-medis. Adapun di bidang non medis, psikotes ini menjadi sebuah tes yang lazim dipakai dalam seleksi penerimaan karyawan baru maupun tes kenaikan jabatan karyawan perusahaan.

Saat ini ada begitu banyak ragam psikotes yang dapat anda pelajari untuk kesuksesan karir anda. Jika digolongkan berdasarkan metode tesnya, ada tiga macam jenis psikotes yang dapat anda pelajari.

Psikotes menggunakan media grafis (gambar)


Dalam psikotes ini kemampuan, karakter dan kepribadian seseorang dinilai dari gambar yang dibuatnya. Yang termasuk dalam kategori psikotes grafis ini adalah Tes Wartegg, Tes DAP (Draw A Person), Tes Baum Tree dan Tes HTP (House Tree Person).

Psikotes menggunakan kuesioner


Dalam psikotes ini kemampuan, karakter dan kepribadian seseorang dinilai berdasarkan jawaban-jawabannya terhadap sejumlah soal yang diberikan kepadanya. Yang termasuk dalam kategori psikotes ini adalah Tes Army Alpha, Tes Efektifitas Diri, Tes Enneagram, Tes EPPS, Tes MBTI, Tes Ketelitian, Tes Kode dan Ingatan, Tes TPA (Kuantitatif, Logika, Verbal & Spasial), Tes MAPP, Tes Motivasi Kepemimpinan, Tes Motivasi, Tes Koran Pauli, Tes Skala Kematangan (TSK), Tes Kerjasama dan Tes Potensi Sukses.

Psikotes Wawancara


Psikotes wawancara (interview) adalah psikotes yang menilai kemampuan, karakter dan kepribadian seseorang berdasarkan jawaban-jawabannya terhadap pertanyaan yang diajukan secara lisan melalui tatap muka langsung dengan penguji.
Untuk meningkatkan peluang anda lulus ujian psikotes, anda harus mengenali, mempelajari dan menerapkan tips-tips khusus dalam menjalani ujian psikotes. Silakan klik menu-menu disamping untuk mempelajari apa maksud dari masing-masing psikotes tersebut, sekaligus mengenali dan mempelajari bagaimana bentuk dan contoh soalnya.




28 Ragam Soal Psikotes

Tes Army Alpha
Tes Baum Tree
Tes Draw A Person (DAP)
Tes Efektifitas Diri
Tes House Tree Person (HTP)
Tes Interview (Wawancara)
Tes Ketelitian
Tes Kode dan Ingatan
Tes Motivasi Kepemimpinan
Tes Koran (Pauli Kraepelin)
Tes Kerjasama (Teamwork)
Tes Motivasi
Tes Potensi Sukses
Tes WARTEGG
Tes Integritas
Tes Kejujuran
Tes Tanggungjawab
Tes Kemampuan Adaptasi
Tes Pengendalian Diri
Tes Semangat Berprestasi
Tes Inisiatif
Tes Kreatifitas Kerja
Tes Ketekunan
Tes Menghargai Orang Lain
Tes Disiplin & Ketegasan
Tes Kepercayaan Diri
Tes Toleransi
Tes Kepedulian Lingkungan
Tes Efisiensi Kerja

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Soal Psikotest atau Tes Psikotes

Tes psikologi atau yang lebih dikenal dengan psikotes merupakan salah satu produk ilmu psikologi yang banyak digunakan saat ini. Namun produk ini tidak seluruhnya dipahami oleh masyarakat dengan tepat. Berikut beberapa pernyataan yang merupakan mitos psikotes:

1. Saya gagal saat psikotes

Tes psikologi adalah tes yang dilakukan untuk mengenal diri individu secara cepat dan tepat. Oleh karena itu tes psikologi bukanlah penyebab gagalnya seseorang untuk lolos seleksi. Adapun pernyataan kegagalan yang menjadi mitos psikotes adalah ketidak-sesuaian intelegensi dan/atau kepribadian individu dengan tugas yang akan dijalani di tempat baru.

Pemilihan kesesuaian antara tugas dengan kepribadian yang dilakukan oleh psikolog/ assesor-pun tidak harus individu dengan skor kepribadian yang ‘paling tinggi’ namun yang dipilih adalah individu dengan kepribadian paling sesuai antara beban tugas yang akan diterima dengan gambaran kepribadiannya.

2. Psikotes saya jelek

Psikotes adalah gambaran mental individu, oleh karena itu tidak ada hasil psikotes yang jelek. Ungkapan ‘Psikotes saya jelek’ hanya dapat diberikan pada pelaksanan psikotes yang tidak menjalankan prosedur psikotes dengan benar dan baik. Kalaupun hasil psikotes dianggap jelek, hal ini akan merujuk pada kondisi diri sendiri bahwa pernyataan tersebut menjadi ejekan kepada diri sendiri.

Karena semua manusia diciptakan sempurna dengan potensi dan kekurangannya masing-masing maka ungkapan ‘hasil psikotes saya jelek’ tidak pantas dikeluarkan karena menunjukkan bahwa kita tidak mensyukuri kelebihan serta tidak mau menerima kekurangan diri sendiri.

3. Psikotes digunakan untuk seleksi karyawan

Seleksi dilakukan untuk melihat apakah seseorang cocok untuk ditempatkan pada posisi tertentu atau tidak di perusahaan yang mengadakan seleksi. Namun psikotes bukanlah alat seleksi. Dalam seleksi digunakan banyak cara untuk memilih karyawan yang paling tepat untuk mengisi posisi yang ada, diantaranya: tes kemampuan teknik, psikotes, wawancara, tes administrasi, dll.

Psikotes dalam seleksi adalah salah satu cara psikolog/ assesor untuk mencari individu yang cocok untuk mengisi lowongan yang tersedia. Oleh karena itu, seseorang sebaiknya tidak terlalu mencemaskan psikotes karena jika seseorang pantas mengisi lowongan yang tersedia, maka ia lebih cocok dari yang lain walaupun yang lain lebih pintar, lebih berpengalaman, dll.

4. Psikotes bisa dipelajari

Segala sesuatu dapat dipelajari, namun psikotes selayaknya hanya dipelajari oleh psikolog/ ahli psikologi. Sebelum psikotes, seseorang tidak perlu belajar karena psikotes hanya berupaya menggambarkan kepribadian seseorang. Yang perlu dilakukan menjelang psikotes adalah istirahat dan makan yang cukup karena psikotes bisa dilakukan selama beberapa jam.

Model dan Ragam Soal Psikotes atau tes Psikologi

Model dan Ragam Soal Psikotes atau tes Psikologi, Defini Psikotes merupakan suatu pemeriksaan psikologi, dengan alat-alat ukur tertentu (dalam bentuk soal-soal tes) yang diciptakan oleh para pakar psikologi, untuk membedakan perilaku seseorang dengan orang lain, salah satunya dengan soal psikotes.

Psikotes atau pemeriksaan psikologis tersebut merupakan“Potretan” karakter seseorang, antara lain terdiri atas keadaan emosional, hubungannya dengan orang lain, motivasi, bakat, dan sikapnya dalam menghadapi sesuatu hal. Hal-hal tersebut disebut dengan dimensi psikologis.

Misalnya, Anton melamar menjadi seorang wartawan di suatu media. Profesi ini menuntut seseorang untuk memiliki kemampuan penelitian, kecermatan, kreativitas, ketekunan, dan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pemeriksaan psikologisnya, Anton akan diuji apakah ia memiliki sifat-sifat tersebut. Bila ya, tentu ia akan diterima. Namun bila tidak, mungkin ia harus mencari pekerjaan di bidang lain.

Psikotes sering dianggap sebagai kendala oleh mereka yang sedang mencari pekerjaan. Pasalnya, banyak yang menganggap psikotes sebagai hambatan yang bisa menjatuhkan mereka saat mengikuti proses penerimaan calon karyawan. Pendapat itu tentu saja keliru.

Perlu anda ketahui dalam menghadapi soal-soal psikotes diperlukan ketenangan jiwa dan ketenangan berpikir. Tanpa kedua hal tersebut anda tidak akan bisa menghadapi soal soal psikotes apapun bentuk soal psikotes tersebut.

Sebagai Gambaran anda dalam menghadapi Ujian Psikotest, berikut adalah bentuk-bentuk Standard Soal Psikotes yang dipakai sebagai standard ujian psikotes di Pemerintahan, BUMN, Beasiswa Dalam dan Luar Negeri dan Seluruh Perusahaan di Indonesia.

Bentuk Test Psikotest BAUM Test
Bentuk Test Psikotest Enneagram Personality
Model Test Psikotest Pauli dan Kraepelin
Model Test Psikotest Motivational Appraisal For Personal
Model Test Psikotest Wartegg Test
Bentuk Test Motivasi Kepemimpinan
Model Test Draw a Person Test
Model Test Psikotest Kepribadian
Bentuk Soal Psikotest Kode dan Ingatan
Bentuk Soal Psikotest “Test Koran”
Bentuk Soal Psikotest “Test Skala Kematangan”
Bentuk Psikotest Logika Aritmetika
Bentuk Psikotest Deret Bilangan
Model Psikotest “Test Verbal”
Model Test Psikotest “Logika Penalaran”


Soal Psikotes Koran Pauli Kraepelin

TES KORAN PAULI KRAEPELIN
Tes skala kematangan adalah sebuah tes psikologi yang mengukur tingkat kedewasaan (kematangan sikap) seseorang dalam bertindak terhadap situasi tertentu dalam ilmu tes koran pauli kraepelin. Tujuan dari tes wartegg ini adalah mengeksplorasi (meneliti karakter kepribadian seseorang) terutama dalam hal emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol dan reality function tes koran pauli kraepelin.

Tes Pauli Krapelin dikembangkan pertamakali oleh seorang psikiater bernama Emil Kraepelin. Kraepelin pada mulanya menciptakan alat tes yang digunakan sebagai alat bantu untuk mendiagnosa gangguan otak yaitu alzheimer dan dementia. Selanjutnya, pada tahun 1938 Prof. Dr. Richard Pauli bersama Dr. Wilhelm Arnold dan Prof. Dr. Vanmethod memperbaharui tes Kraeplin sehingga dapat distandarisasikan dan dapat pula dipakai untuk mendapatkan data tentang kepribadian. Saat ini tes tersebut dikenal dengan istilah Tes Pauli-Kraepelin. Untuk dapat mengerjakan soal psikotes pauli maupun soal psikotes lainnya dengan baik dan lulus psikotes, Ikutilah panduan dan tips psikotes yang kami berikan.

Adapun tujuan dari tes pauli-kraepelin ini adalah untuk mengukur karakter seseorang pada beberapa aspek tertentu, yaitu :

* Aspek keuletan (daya tahan)
* Aspek kemauan atau kehendak individu
* Aspek Emosi
* Aspek penyesuaian diri
* Aspek stabilitas diri

Dalam tes ini, sebenarnya anda hanya diminta untuk mengerjakan hitungan sederhana. Yaitu menjumlahkan deretan angka-angka. Namun yang menjadi masalah adalah jumlah deretan angka yang diberikan sangat banyak. Yaitu sebesar lembaran koran. Sehingga tes yang juga dikenal dengan istilah “Tes Koran” ini menuntut konsentrasi, ketelitian, stabilitas emosi dan daya tahan yang prima. Semakin banyak kesalahan yang anda buat, menunjukkan anda orang yang tidak teliti, tidak cermat, tidak hati-hati dan kurang memiliki daya tahan yang cukup terhadap stres atau tekanan pekerjaan.

Saran saya dalam tes kraepelin:

1.Konsentrasi pada lembar jawaban sendiri,jangan terpengaruh dengan peserta ujian yang lain,walaupun mereka telah mengerjakan dengan sangat cepat,karena belum tentu mereka lebih teliti.
2.Cermat dan teliti
3.Buatlah dan pertahankan Ritme pengerjaan (jika anda sudah mendapatkan ritmenya,maka akan terasa lebih mudah) 


BAUM & DAM Test
Yaitu tes grafis alias menggambar.Pada BAUM tes, anda akan diberikan kertas HVS kosong kemudian diminta menggambar Pohon Kayu dengan waktu yang ditentukan.


Begitu juga dengan DAM tes, anda akan diberikan kertas HVS kosong kemudian anda diminta untuk menggambar seseorang kemudian memberikan keterangan pada gambar Siapa?, umurnya berapa?, profesinya apa?


Kadang - kadang anda diminta menggabungkan DAM Tes dan BAUM Tes dengan Mengkolaborasikannya dengan Gambar Rumah dalam satu kertas HVS.


Wartegg Test
Merupakan bagian dari tes grafis, yaitu anda diminta untuk meneruskan 8 buah gambar yang sudah ada garis/bentuk stimulusnya seperti dibawah ini


Pauli dan Kraepelin Test
Adalah tes penjumlahan angka - angka, atau disebut juga tes rekening koran karena menggunakan kertas yang hampir seukuran Koran. Penjumlahan ada yang dilakukan dari atas ke bawah dan ada juga yang dari bawah ke atas.




Army Alpha Test
Adalah tes yang benar – benar mirip dengan kondisi tentara yaitu tes daya tangkap / daya konsentrasi dengan menterjamahkan perintah.
Pada lembar jawaban tes anda umumnya sudah terdapat beberapa bentuk bangun dengan angka dan huruf (ada juga yang berbeda) kemudian anda diminta mengikuti instruksi dari NARATOR yang menyebutkan
“Coretlah angka ganjil dalam kotak dan coretlah angka genap yang berhuruf dalam lingkaran, kerjakan!”



IST Test
Ialah tes tingkat intelegensi dengan 9 subtest, salah satu subtestnya menguji daya ingat.
Berikut ini contoh Lembar jawaban yang diberikan untuk menjawab IST tes:



PAPI (Perception and Preference Inventory)
Ialah tes untuk mengungkap motivasi, gaya kepemimpinan, level energi, lingkungan sosial, gaya pekerjaan, temperamen dan hubungan dengan atasan.
Berikut contoh pertanyaannya;
a. Saya adalah pemimpin yang baik
b. Saya menyusun dokumen - dokumen, kwitansi dan alat - alat kerja secara teratur dan rapi

anda diminta untuk memilih salah satu kecenderungan yang menurut anda ada pada diri anda. jika jawaban anda adalah pernyataan yang pertama anda diminta melingkari tanda panah diatas nomor soal dan sebaliknya. berikut ini contoh lembar jawaban PAPI tes.



EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)
Ialah tes yang umumnya kita diminta untuk memilih kecenderungan (yang kita sukai) diantara 2 pernyataan. Walaupun ke-2 pernyataan tersebut tidak ada yang kita sukai, kita tetap harus memilih salah satu yang mendekati diri kita. Tujuan tes ini untuk mengukur kepribadian orang dilihat dari kebutuhan-kebutuhan yang mendorongnya (15 faktor)

Berikut contoh pertanyaannya;
a. Saya suka menolong teman - teman saya, bila mereka berada dalam kesulitan
b. Saya ingin melakukan pekerjaan apa saja sebaik mungkin

anda diminta untuk memilih salah satu kecenderungan yang menurut anda ada pada diri anda. jika jawaban anda adalah pernyataan yang pertama anda diminta melingkari huruf a dan jika jawaban anda pernyataan yang bawah anda diminta melingkari huruf b. berikut ini contoh lembar jawaban EPPS tes.

 
 soal soal psikotes matematika dan jawabannya

soal soal psikotes matematika dan jawabannya , Berikut adalah Soal – Soal latihan matematika , soal ini bagus untuk latihan psikotes yang akan menghadapai soal tes psikotes, atau psikotes cpns , soal ini adalah soal psikotest matematika yang sering dipakai selama beberapa tahun yang lalu dan sampai sekarang masih dipakai oleh perusanan besar seperti astra, pama, honda, adira, wika, waskita bank seperti bank mandiri, bca, bri,bni, maupun cpns dan bumn, seperti telkom, pln, pdam,pegadaian.

Matematika (dari bahasa Yunani: ?????????? – math?matiká) adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan mencari berbagai pola,[2][3] merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang kaku dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian.[4] soal psikotes matematika dan jawabannya

soal soal psikotes matematika dan jawabannya

1. Jumlah umur ayah dan umur ibu 90 tahun.
Umur ayah : umur ibu = 8 : 7.
Berapa tahun umur ayah ?

2. Seorang pedagang buah membeli 1.000 buah sawo
dengan harga Rp. 150.000,00. Ia menjual sawo itu Rp.
180,00 per buah. Berapa % untungnya ?

3. Adi bersepeda dengan kecepatan 15 km/jam. Jarak
yang ia tempuh 37,5 km. Jika ia berangkat pukul 7.55,
pukul berapa tiba di tempat yang dituju ?

4. Amir menabung di koperasi sekolah dengan mendapat
bunga 15 % setahun. Apabila uang tabungan semula
Rp. 90.000,00, maka setelah 1 tahun menabung dan
mendapat bunga, uang tabungannya menjadi …
A. Rp. 77.500,00
B. Rp. 99.500,00
C. Rp. 102.500,00
D. Rp. 103.500,00

5. Seseorang menabung di sebuah bank sebanyak Rp.
350.000,00. Setelah 1 tahun menabung dan mendapat
bunga, jumlah uang tabungannya menjadi Rp.
406.000,00. Bunga yang diterima dalam 1 tahun adalah
… %
A. 8
B. 14
C. 16
D. 18

SOAL SOAL PSIKOTES MATEMATIKA DAN JAWABANNYA
6. Ayah membeli gamping (kapur) 1,5 ton, 7,5 kuintal
dan 150 kg. Jumlah gamping yang dibeli ayah = … kg
A. 9.150
B. 2.400
C. 2.300
D. 2.265

7. Sebuah segi tiga siku-siku, sisi siku-sikunya 15 cm dan
20 cm. Sisi miring segi tiga siku-siku adalah … cm
A. 5
B. 25
C. 35
D. 300

8. Berapakah jumlah 47 orang dan 11 orang ?
a. 48 orang
b. 57 orang
c. 58 orang
d. 68 orang

Jawaban :
1. 48
2. 20%
3. 10.25
4. 103.500
5. 16%
6. 2400
7. 25
8. 58

soal soal psikotes matematika dan jawabannya

Semoga dengan adanya contoh soal psikotes ini, anda diharapkan mempunyai gambaran yang terkait dengan soal soal logika yang berkaitan dengan matematika, supaya anda mengetahui gambaran tentang soal psikotes matematika. soal soal psikotes matematika dan jawabannya



Tips Wawancara Kerja

Persiapan dan Tips Wawancara Kerja

Biasanya, sebelum wawancara kerja, calon karyawan akan dihubungi beberapa hari sebelumnya. Nah, saatnya Anda menyiapkan pakaian yang sekiranya cocok untuk wawancara kerja. Coba lakukan simulasi dengan orang terdekat Anda yang bisa memberikan masukan apa yang mesti diperbaiki. Hal hal yang perlu dipersiapkan sebelum wawancara kerja, Coba lakukan tanya jawab dengan pertanyaan-pertanyaan seputar diri Anda dan lainnya. Atau, untuk lebih baiknya lagi, rekam diri Anda saat sedang berlatih, lalu tonton lagi dan perbaiki sikap-sikap atau cara penyampaian yang kurang.

Persiapan Sebelum Wawancara Kerja

Pastikan pakaian yang Anda kenakan cukup sopan, nyaman, dan tidak berlebihan. Hindari pakaian berpotongan terlalu terbuka.

Perlengkapan

Ingat-ingat isi dari resume Anda. Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan diri dan apa yang cocok untuk perusahaan. Sebaiknya membawa salinan CV dan surat lamaran, jika ada, bawa juga portfolio hasil kerja Anda. Bawa pula alat tulis, jika diperlukan, Anda tidak merepotkan si pewawancara.

Latar Belakang

Pastikan Anda mengetahui latar belakang perusahaan yang dituju sebaik mungkin. Lakukan riset kecil-kecilan agar perusahaan yang Anda tuju tak perlu menjelaskan kembali dengan panjang lebar. Ini pun bisa menjadi nilai tambah untuk Anda.

Tenangkan Diri

Malam sebelum wawancara kerja, pastikan Anda mendapat cukup istirahat. Pasang alarm supaya tidak kesiangan. Pastikan untuk bangun lebih awal, supaya cukup waktu untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat. Paginya, jangan lupa untuk sarapan dan memastikan perut Anda tidak terlalu penuh untuk menghindari ingin ke toilet di menit-menit terakhir. Tenangkan diri dengan mengambil napas dari udara segar. Usahakan untuk datang sebelum waktu yang ditentukan. Dengan begini, Anda bisa menenangkan diri sambil duduk atau touch up di toilet. Pastikan make up Anda tidak berantakan, cukup sederhana, tidak berlebihan. Cek pula nafas dan aroma tubuh.

Tips Wawancara Kerja

Saat Wawancara

Di saat ini, yang bisa Anda lakukan hanyalah menjadi diri sendiri. Perhatikan bahasa tubuh Anda. Coba pikirkan wawancara kerja ini seperti kencan pertama. Komunikasi harus dua arah, setelah diberikan kesempatan untuk bertanya, bertanyalah seputar perusahaan dan jabatan yang dituju.
Jangan takut jika tiba-tiba suasana menjadi hening. Salah satu teknik yang suka digunakan pewawancara adalah adanya suasana yang mendadak hening. Terkadang ini dilakukan untuk melihat apakah Anda akan merasa kecil dan terpojok, lalu bicara ngalor ngidul. Cukup jawab setiap pertanyaan selengkap dan sepadat mungkin. Jika Anda merasa jawabannya sudah cukup, berhentilah, senyum, tunggu pertanyaan selanjutnya. Semoga berhasil!

Hal hal yang perlu dipersiapkan sebelum wawancara kerja ( job interview )

Interview pekerjaan atau wawancara kerja adalah salah satu bagian terpenting dari sebuah poses perekrutan kerja. Pada tahapan ini, kepribadian Anda akan dinilai. Untuk itu ada baiknya jika Anda melakukan beberapa persiapan sebelum menghadiri sebuah tes wawancara.



BERIKUT ADALAH HAL-HAL YANG PERLU DIPERSIAPKAN MENJELANG TES WAWANCARA

Mengingat tes wawancara adalah sebuah proses pengenalan pribadi serta kemampuan Anda, maka ada baiknya Anda mempersiapkan penampilan Anda. Jangan sampai penampilan Anda tidak mencerminkan hal yang negatif untuk perusahaan yang akan Anda masuki.

Kenali perusahaan yang akan Anda masuki dan pahami betul deskripsi pekerjaan dari posisi yang ditawarkan. Pengetahuan seputar kedua hal tersebut akan menjadi nilai tambah dan menunjukkan keseriusan Anda dalam mengajukan lamaran kerja.
Melatih diri. Hal ini cukup penting untuk dilakukan karena berlatih pun akan meningkatkan kepercayaan diri Anda. Dan dengan berlatih, Anda dapat memprediksi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul dalam tes wawancara kerja nantinya. Berangkat dari prediksi tersebut, Anda pun dapat mempersiapkan jawaban-jawaban dengan lebih baik sebelum Anda melakukan tes wawancara kerja.

hal-hal yang perlu dipersiapkan menjelang tes wawancara ( job interview )

Kesiapan yang matang tentunya akan menunjukkan kompetensi Anda di mata perusahaan yang akan Anda masuki. Jadi, jangan lupa untuk selalu mempersiapkan diri dan pastikan Anda menampilkan diri Anda yang terbaik dalam tes wawancara. Hal hal yang perlu dipersiapkan sebelum wawancara kerja ( job interview ).

Pertanyaan Seputar Psikotes

Apa saja jenis tes yang diujikan dalam psikotes ?

Tes yang diujikan dalam psikotes sangat beragam. Anda dapat mempelajari gambaran singkat tentang masing-masing tes tersebut pada menu Ragam Psikotes di samping kiri

Jenis psikotes tersebut sangat banyak, manakah yang paling sering diujikan dalam psikotes penerimaan karyawan baru perusahaan swasta dan BUMN ?

jenis psikotes yang diujikan dalam penerimaan karyawan baru sangat bervariasi. Namun yang paling sering diujikan oleh perusahaan swasta maupun BUMN adalah tes wawancara, tes MBTI, tes enneagram, tes HTP, tes MAPP, tes skala kematangan, tes EPPS, tes Wartegg dan tes koran pauli.Namun demikian, jika anda memiliki waktu persiapan yang lebih, maka ada baiknya mempelajari pula jenis-jenis tes lain yang mungkin juga diujikan.


Apa tujuan dari tes Army Alpha ?

Tes Army Alpha bertujuan untuk mengukur tingkat kecerdasan, ketelitian dan konsentrasi seseorang.

Apa tujuan dari tes Baum (Tree Test) ?

Tes Baum (Tree Test) bertujuan menilai karakter dan kepribadian seseorang dengan cara menganalisa gambar pohon yang dibuat oleh peserta tes

Apa tujuan dari tes DAP (Menggambar Orang)?

Tes DAP bertujuan menilai karakter dan kepribadian seseorang dengan cara menganalisa gambar orang yang dibuat oleh peserta tes


Apa tujuan dari tes Efektifitas Diri ?

Tes Efektifitas Diri bertujuan mengetahui seberapa efektif (cepat & tepat) seorang calon karyawan dalam melaksanakan tugas dan dalam menyelesaikan berbagai situasi sulit.

Apa tujuan dari tes Enneagram Personality ?

Tes Enneagram Personality bertujuan mengetahui tipe kepribadian seseorang dengan cara menyuguhkan sejumlah pertanyaan tertentu

Apa tujuan dari tes EPPS ?

Tes EPPS bertujuan mengetahui tipe-tipe motivasi, kebutuhan dan kesukaan pribadi seseorang dengan cara menyuguhkan sejumlah pertanyaan tertentu

Apa tujuan dari HTP ?

Tes HTP (House Tree Person) bertujuan menilai karakter dan kepribadian seseorang dengan cara menganalisa gambar rumah, gambar pohon dan gambar orang yang dibuat oleh peserta tes

Apa tujuan dari Tes Wawancara (Interview) ?

Tes Wawancara bertujuan mengetahui motivasi, karakter, kepribadian, dan profesionalisme calon karyawan dengan cara melakukan tanya jawab langsung bertatap muka.

Apa tujuan dari Tes MBTI ?

Tes MBTI bertujuan mengetahui tipe kepribadian seseorang dalam lingkungannya dengan menyuguhkan sejumlah pertanyaan tertentu.

Apa tujuan dari Tes Ketelitian ?

Tes Ketelitian bertujuan mengukur tingkat kecermatan atau ketelitian seseorang dalam mengolah data yang berupa angka, kata, atau kombinasi keduanya.

Apa tujuan dari Tes Kode & Ingatan ?

Tes Kode & Ingatan bertujuan mengukur tingkat ingatan seseorang untuk menyimpan data dalam memori otaknya

tujuan dari Tes Kuantitatif (Tes Angka/Numerik) ?

Tes Kuantitatif bertujuan mengetahui kemampuan calon karyawan dalam hal berhitung dan berpikir secara logis terstruktur

Apa tujuan dari Tes Logika Penalaran ?

Tes Logika adalah psikotes yang bertujuan untuk menguji kemampuan seseorang berpikir sesuai nalar atau masuk aka

Apa tujuan dari Tes MAPP ?

Tes MAPP bertujuan mengukur pilihan kesukaan seseorang dalam berbagai hal terutama yang berkaitan erat dengan pekerjaan atau dunia kerja profesional.

Apa tujuan dari Tes Motivasi Kepemimpinan ?

Tes Motivasi Kepemimpinan adalah tes psikologi yang bertujuan mengukur besarnya motivasi, kehendak, atau keinginan seseorang untuk menjadi pemimpin di lingkungannya.

Apa tujuan dari Tes Koran Pauli Kraepelin ?

Tes Koran bertujuan untuk mengukur karakter seseorang pada beberapa aspek tertentu, yaitu aspek keuletan (daya tahan), aspek kemauan atau kehendak individu, aspek emosi, aspek penyesuaian diri, dan aspek stabilitas diri dengan cara memintanya melakukan penghitungan angka-angka dalam deret yang panjang.

Apa tujuan dari Tes Skala Kematangan ?

Tes Skala Kematangan bertujuan mengukur tingkat kedewasaan (kematangan sikap) seseorang dalam bertindak terhadap situasi tertentu.

Apa tujuan dari Tes Gambar (Spasial) ?

Tes Gambar adalah sebuah tes psikologi yang bertujuan mengukur kecerdasan seseorang dalam hal dimensi keruangan (space).


Apa tujuan dari Tes Kerjasama (Teamwork Test) ?

Tes kerjasama atau (teamwork test) adalah psikotes yang bertujuan mengukur kemampuan seseorang untuk bekerja dalam sebuah tim yang solid untuk mencapai tujuan bersama.

Apa tujuan dari Tes Motivasi ?

Tes Motivasi adalah psikotes yang bertujuan untuk mengukur sumber-sumber motivasi seseorang, baik dalam karir maupun dalam kehidupannya.


Apa tujuan dari Tes Potensi Sukses ?

Tes Potensi Sukses bertujuan mendeteksi kecenderungan seseorang untuk menjadi pribadi yang sukses dan berhasil di masa depan.

Apa tujuan dari Tes Bahasa (Verbal) ?

Tes Verbal atau tes bahasa bertujuan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam bidang intelejensi pemahaman, penguasaan dan penggunaan bahasa.

Apa tujuan dari Tes WARTEGG ?

Tes WARTEGG bertujuan untuk mengeksplorasi (meneliti karakter kepribadian seseorang) terutama dalam hal emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol dan reality function, yang dimiliki oleh seseorang.


Bagaimana cara terbaik untuk dapat lulus Psikotes dan mendapatkan pekerjaan yang saya idamkan ?

Cara terbaik lulus psikotes adalah anda harus menguasai bentuk-bentuk soal psikotes yang sebenarnya. Dan melaksanakan tips-tips khusus dalam mengerjakan soal psikotes
 

1 komentar:

Galec Fisher mengatakan...

terima kasih banyak mas.
Postingan ini sangat membantu saya dalam mempersiapkan diri guna menghadapi ujian psikotes beberapa hari kedepan.
sekali lagi saya mengucapkan terimakasih.

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Penggubah : Afrianto Baron - Premium Blogger Themes | Dema STIKAP